2013 - Presented in Jakarta Biennale 15 th
SIASAT : Jakarta.

REALIS TEKNO MUSEUM

Techno Realist Museum



Museum Realis Tekno adalah karya mini pop-up museum, berupa site specific installation tentang budaya pop masyarakat Indonesia. Istilah Realis-Tekno sendiri berasal dari kata 'realis' dan 'teknologi', sebuah arena pertarungan identitas dalam fenomena masyarakat urban. Projek kali ini diinisiasi berdasarkan studi kasus budaya populer di wilayah sekitar Bandungan, Kab. Semarang Jawa Tengah.

Temuan-temuan seperti karaoke, perjudian, modifikasi motor hingga trek-trekan (balap motor liar) merupakan bagian dari realitas dan kehidupan sehari-hari bahkan menjadi gaya hidup. Tidak hanya diamini sebagai bentuk hiburan semata, aktivitas tersebut secara organik menjadi alat sekaligus ruang interaksi bagi sebagian besar masyarakatnya yang bermuara pada kelahiran simbol-simbol status kemapanan sosial baru.
Realis Tekno Museum is a mini pop - up museum on the pop culture of Indonesian society. The term “Realis-Tekno” itself comes from the word 'realist' and 'technology', the battle arena of identities in urban phenomenon. The project was initiated based on case studies of popular culture in Bandungan and surrounding areas, Semarang regency, Central Java.

Findings such as karaoke, gambling, motorcycle modifications, and illegal motorcycle racing are part of reality and everyday life, even become a lifestyle. Not only justified as a form of mere entertainment, these activities are organically become the tool and space of interaction for most of the people that led to the birth of social status symbols of the new social establishment
.